Menjajaki Jalanan Kota..
Matanya terus terpaku ke bawah
Berharap ada botol-botol bekas
berserakan, demi mendulang beberapa rupiah
Ini bukan pekerjaan yang mudah
bagi seorang wanita..
berjuang sekuat tenaga
Demi menghidupi keluarganya
Ia tak berniat sedikitpun mencuri
Ia hanya ingin pekerjaan yang halal
Melalui sampah yang tak dianggap
Namun menurutnya bermanfaat
memang..
ini memang tak cukup
Walau sesuap nasi pun
Bila halal, ia akan mengkonsumsinya
Kelaparan menjadi momok tersendiri
Bila hanya dapat uang yang sedikit
minggu tiba, sampah berserakan
Itu menjadi pintu rezekinya
ia tak menghilangkan tanggung jawabnya
Walau itu sulit..
pekerjaan harus tetap dikerjaan
Dengan percaya diri dan penuh keikhlasan
Kartini saat ini memang berbeda dengan kartini yang dulu. Ada yang bilang wanita karier yang bekerja siang malam hingga lembur adalah kartini masa kini karena mereka mampu bekerja sendiri dan dapat menghasilkan uang dengan jerih payahnya sendiri. Ada juga orang yang bilang Polwan (Polisi Wanita) adalah seorang Kartini masa kini yang seperti kita ketahui, pekerjaan itu lebih dominan dikerjakan oleh kaum pria.
Bagaimana dengan mereka yang tinggal di pinggiran sana? Apa mereka bukan kartini? Jika bukan, kenapa mereka tak berhak menyandang predikat kartini yang mampu disamakan dengan kaum pria?
Lihatlah wanita kuli di pasar yang mengangkut puluhan kilo karung beras dari truk besar. Lihatlah wanita yang mencari botol-botol bekas di jalanan. Apa mereka pantas disebut kartini masa kini? Atau masa gitu?
:)
Mereka adalah Kartini Pinggiran yang sering kita abaikan. Mereka bekerja keras hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Mungkin saja anak-anaknya di rumah kelaparan menunggu ibunya pulang bekerja, berharap dengan kedatangan ibunya itu membawa makanan walaupun hanya nasi tanpa lauk pauk. Seorang kartini pinggiran ikut serta dalam mencari nafkah tanpa kenal lelah untuk keluarganya. biarpun mereka tak punya apa-apa tapi mereka berusaha mencari rizki yang halal tanpa harus meminta-minta dan mencari belas kasihan orang lain. Mereka tak mehalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Mereka hanya ingin rizki yang didapat bisa membawah berkah.
Sebenarnya banyak sekali di sekeliling kita kartini-kartini yang tak kenal lelah. Hidup sederhana tanpa merugikan orang lain. Mereka masih bisa bekerja walaupun pekerjaan itu lebih di dominasi oleh kaum pria.
Ini merupakan contoh bahwa kartini tak harus wanita-wanita sukses, kaya, terkenal atau Go internasional. Mereka yang terpinggirkan pun merupakan Kartini hebat yang patut diacungi jempol.
sudah lama gak ngeblog. Meninggalkan blog gak jelas ini terbengkalai. Berasa nyawa kembali terkumpul setelah kembali menulis #lebay
*******
Kepercayaan atau mitos-mitos yang berkembang di indonesia memang terkesan aneh dan gak masuk akal. Terutama tentang mitos batu yang super duper absurd.
jadi ceritanya.. ibu saya sedang bersih-bersih rumah. Tiba-tiba, saat akan membawa tumpukan celana adik saya yang tergeletak di kamar, ibu saya menemukan batu-batu kecil (tdk terlalu kecil), di saku celana adik saya itu.
Tentu, ibu saya kaget. Buat apa adik saya membawa batu di sakunya.
Beberapa hari kemudian, teman saya di sekolah mengalami sakit perut yang tak tertahankan. Ia meminta saya untuk mengantarkannya ke WC padahal saat itu sedang belajar. Karena kasihan saya pun mengantarnya.
Tapi, keluar dari ruang kelas, teman saya itu malah membawa beberapa butir batu. Lalu saya tanya, “buat apa kamu bawa batu itu?”
“ini untuk menghilangkan sakit perut” jawabnya.
“jadi, batunya di tempelkan pada perut??”
“bukan begitu. Tinggal simpan saja batunya disaku, nanti juga hilang sendiri sakitnya” jawabnya tandas.
Setelah kejadian itu saya baru mengerti kenapa adik saya waktu itu menyimpan bebatuan ke dalam sakunya.
Atau jangan-jangan adik saya punya maksud lain, yaitu mau ngerusak rumah tetangga atau mau maling buah jambu dengan cara dilemparkan bebatuan (mudah2an bukan begitu).
Dan yang membuat saya tak mengerti. Kenapa harus dimasukan ke saku celana?? Emang apa hubungannya?? Apa batu dan perut punya hubungan saudara hingga bisa menumpas sakit perut?? Ohh.. Sepertinya gak nyambung.
Kejadian itu saya tanyakan kepada bibi saya. Menurutnya dengan membawa beberapa batu entah itu di simpan di saku atau di dalam celana sekalipun, akan menghilangkan sakit perut. tapi katanya itu hanya mitos belaka.
Tak selesai disitu. Bibi saya bercerita, tentang anaknya yang juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan teman dan adik saya itu.
kata bibi, anaknya pernah menyimpan beberapa batu bukan saja di saku celana tetapi juga di kantong tasnya dengan tambahan dedauan kering. benar-benar aneh. tampaknya mitos itu dipercaya sekali sebagai cara ampuh menghilangkan sakit perut.
mungkin akan lebih bereaksi bila batu itu dimakan kali ya.. Huehehe. Tapi lebih baik beli obat langsung ke warung dibandingkan harus mencari batu.
:)
kesimpulannya :
- batu itu keras. ya.. Memang dari dulu juga begitu coba saja bila tak percaya lemparin ke kepala orang.
- batu itu bukan obat yang dapat menyembuhkan sakit perut. jadi bila masih ngeyel bahwa batu itu bisa menyembuhkan sakit perut anda, coba usulkan pada dokter agar mengganti obat-obatan dengan segenggam batu.
Sekian.. Terima uang.
Twitter: @DaffaArdhan

salah persepsi. Mungkin itulah yang membuatku ketawa gak jelas terhadap kata ini.
‘Rumah Tangga’
dalam keseharian kita mengenal kata ‘rumah tangga’. ada suatu pasangan yang bilang kepada teman-temannya, “Kita berdua sudah membina rumah tangga..”. Namun, dalam arti lain adikku sering berkata begini, “mah! kalau kita pindah, aku mau rumah tangga yaa..” .sontak Ibuku ketawa cekikikan. Padahal maksud adikku tadi “mau rumah tangga” itu artinya ingin rumah yang ada tangganya alias rumah bertingkat. Sedikit absurd memang. Tapi bener, adikku sering berkata begitu. Walaupun cara pengucapannya yang salah mungkin. Hahaha..
Atau sekalian aja ya.. “Aku Mau rumah Gedong”
@DaffaArdhan
seperti biasa, Hari libur sekolah ini aku habiskan dengan berlibur ke ranah saudara dan kerabat dekat di sukabumi. tak ada yang beda dengan tahun lalu, masih berlibur santai: diam di rumah. Disana, kesibukan kami cuma ngobrol sambil bersantai ria nonton TV. Dan seperti biasa lagi, hampir semua orang bersiap-siap untuk merencanakan Resolusinya masing-masing untuk tahun 2012. Apa yang ingin mereka capai di kemudian hari akan dicatat baik-baik dan
Akan Membandingkan di akhir tahun nanti, apakah Resolusinya itu tercapai atau tidak.
Resolusi yang belum tercapai di tahun 2011 bisa saja diganti dengan resolusi baru atau bisa juga melanjutkannya di tahun yang akan datang. Selama ini memang aku belum pernah merencanakan sebuah resolusi. Menurutku, asal lebih baik dari tahun sebelumnya itu sudah menjadi pencapaian yang bagus buatku. tapi untuk kali ini agak sedikit berbeda. Ditahun yang akan datang aku mencoba mencatat Resolusiku untuk tahun 2012 nanti.
Diantaranya :
1. Kemampuan menulis ingin lebih ditingkatkan lagi.
2. Makin Rajin Ngeblog
3. Ingin Bisa Kopdar dengan sesama blogger (karena belum pernah ikutan kopdar sebelumnya, maklum jauh kemana-mana)
4. Merubah Sikap Menjadi lebih dewasa
5. Masuk Rangking 10 Besar di sekolah (Agak susah)
6. Dan Terakhir: Jadi lebih Ganteng huehehe..
Resolusi bisa saja di catat atau di tempel di dinding kamar sekalian, tapi kalau cuma dijadikan sebagai pajangan doank sih sama aja boong. Yang lebih penting sih bagaimana kita action untuk melakukan itu semua.
Jadi, apa resolusi kamu di tahun 2012 nanti? Apa mau naik gaji, punya pacar, atau pingin kawin??? Atau jangan-jangan kamu belum pernah membuat Resolusi??
Ingat baik-baik, jangan sampe Resolusi di tahun 2012 gak ada yang kesampean hehe.. Kalau itu terjadi, makin suram aja deh hidup mu
Salam, @DaffaArdhan